Powered By Blogger

Selasa, 19 Maret 2013

SOSIALISASI REMAJA

Remaja mungkin akan terbayangkan dalam pikiran kita, masa dimana sesorang akan mencari jati dirinya serta masa dimana seseorang menunjukan siapa dirinya itu terhadap lingkungan sekitar.
Kali ini saya akan menulis suatu artikel yang berjudul tentang “Pergaulan Remaja Berperan dalam Sosialisasi di Masyarakat”. Dalam bergaul pasti kita akan memilih teman yang tentu sesuai dengan keinginan kita, dalam masyarakat tentu saja sangat diperlukan sosialisasi. Mungkin ada yang belum tahu apa itu sosialisasi. Sosialisasi??? Menurut kamus besar bahasa Indonesia Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Pengertian Proses Sosialisasi
Secara sederhana, sosialisasi dapat diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup yang berkenan dengan bagaimana individu mempelajari cara-cara hidup, norma, dan nilai sosial yang terdapat dalam kelompoknya agar dapat berkembang menjadi pribadi yang bisa diterima masyarakat.
Proses sosialisasi diawali dari lingkungan keluarga atau kelompok yang ada di sekitar kehidupannya. Proses sosialisasi menjadikan seseorang tahu dan memahami bagaimana seseorang menjalankan hak-hak dan kewajiban berdasarkan peranan-peranan yang dimilikinya.
Berikut ini beberapa definisi sosialisasi menurut para ahli, sebagai berikut.
a.  Koentjaraningrat
Proses sosialisasi adalah proses belajar yang dialami  individu sejak masa kanak-kanak sampai masa tuanya. Ia belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu sekeliling yang mengembangkan aneka peran sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
b.  Peter Berger
Proses sosialisasi adalah suatu proses di mana seorang anak belajar menjadi seseorang anggota yang berprestasi dalam masyarakat.
c.  Charlotte Buhler
Proses sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan berfikir kelompoknya agar dia dapat berfungsi dalam kelompok.
2. Tujuan Sosialisasi
Sosialisasi sebagai suatu proses sosial mempunyai tujuan sebagai berikut.
a. Memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang untuk melangsungkan kehidupan di tengah-tengah masyarakat.
b. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuan untuk membaca, menulis, dan bercerita.
c. Membantu seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
d. Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.

Sosialisasi di bedakan menjadi 2, yaitu:
Sosialisasi primer
Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.
Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Watak kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.
Sosialisasi sekunder
Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami ‘pencabutan’ identitas diri yang lama.
Tipe sosialisasi, Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. contoh, standar ‘apakah seseorang itu baik atau tidak’ di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. Di sekolah misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. Sementara di kelompok sepermainan, seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu.
Sosialisasi berperan dalam Kepribadian Remaja dalam Lingkungan Sekitar
Apakah kalian masih ingat pada waktu pertama kali masuk SMA? Sudah tentu kalian akan mengalami keadaan yang berbeda dengan keadaan saat masih di SMP. Banyak hal yang harus dipelajari, seperti kebiasaan-kebiasaan dan norma-norma yang berlaku di SMA.
Setiap anggota baru dari kelompok (masyarakat) harus mempelajari kebiasaan melalui suatu proses yang dinamakan sosialisasi (socialization). Jadi, untuk bisa dianggap sebagai anggota masyarakat, seseorang harus mempelajari kebiasaan-kebiasaan anggota masyarakat yang lain.
Sosialisasi merupakan suatu proses belajar yang tentunya akan menghasilkan sesuatu yang dinamakan hasil belajar. Hasil belajar ini dapat diartikan sebagai suatu perubahan baik itu pengetahuan, sikap, tingkah laku, dan watak. Dalam sosialisasi hasilnya tersebut dapat berupa perubahan sikap dan tingkah laku karena apa yang kita pelajari adalah nilai dan norma. Sikap, tingkah laku serta watak dapat kita sebut dengan kepribadian.
Lingkungan berandal dan liar tersebut sudah pasti tentu membawa pengaruh terhadap kehidupan dan kepribadian orang tersebut. Kepribadian orang tersebut mungkin akan menjadi sama dengan lingkungan sosialisasinya tersebut, sama halnya dengan pergaulan remaja masa kini yang kebanyakan tidak mengindahkan lagi nilai-nilai luhur budi pekerti. Itulah mengapa sosialisasi begitu berpengaruh terhadap kepribadian seseorang, karena sosialisasi begitu besar andilnya dalam pembentukan kepribadian.
Jadi setiap individu harus bisa saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya, nah peran sosialisi tentu sangat membantu seseorang untuk selalu bisa bergaul dalam suatu kelompok sehingga dapat menciptakan suatu hubungan dan keterikatan antara sesama manusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar