Remaja mungkin akan terbayangkan dalam pikiran kita, masa dimana
sesorang akan mencari jati dirinya serta masa dimana seseorang
menunjukan siapa dirinya itu terhadap lingkungan sekitar.
Kali ini saya akan menulis suatu artikel yang berjudul tentang
“Pergaulan Remaja Berperan dalam Sosialisasi di Masyarakat”. Dalam
bergaul pasti kita akan memilih teman yang tentu sesuai dengan keinginan
kita, dalam masyarakat tentu saja sangat diperlukan sosialisasi.
Mungkin ada yang belum tahu apa itu sosialisasi. Sosialisasi??? Menurut
kamus besar bahasa Indonesia Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman
atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke
generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah
sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role
theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang
harus dijalankan oleh individu.
Pengertian Proses Sosialisasi
Secara sederhana, sosialisasi dapat diartikan sebagai sebuah proses
seumur hidup yang berkenan dengan bagaimana individu mempelajari
cara-cara hidup, norma, dan nilai sosial yang terdapat dalam kelompoknya
agar dapat berkembang menjadi pribadi yang bisa diterima masyarakat.
Proses sosialisasi diawali dari lingkungan keluarga atau kelompok
yang ada di sekitar kehidupannya. Proses sosialisasi menjadikan
seseorang tahu dan memahami bagaimana seseorang menjalankan hak-hak dan
kewajiban berdasarkan peranan-peranan yang dimilikinya.
Berikut ini beberapa definisi sosialisasi menurut para ahli, sebagai berikut.
a. Koentjaraningrat
Proses sosialisasi adalah proses belajar yang dialami individu sejak
masa kanak-kanak sampai masa tuanya. Ia belajar pola-pola tindakan
dalam interaksi dengan segala macam individu sekeliling yang
mengembangkan aneka peran sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
b. Peter Berger
Proses sosialisasi adalah suatu proses di mana seorang anak belajar menjadi seseorang anggota yang berprestasi dalam masyarakat.
c. Charlotte Buhler
Proses sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu
belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan berfikir
kelompoknya agar dia dapat berfungsi dalam kelompok.
2. Tujuan Sosialisasi
Sosialisasi sebagai suatu proses sosial mempunyai tujuan sebagai berikut.
a. Memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang untuk melangsungkan kehidupan di tengah-tengah masyarakat.
b. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara
efektif dan mengembangkan kemampuan untuk membaca, menulis, dan
bercerita.
c. Membantu seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
d. Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.
Sosialisasi di bedakan menjadi 2, yaitu:
Sosialisasi primer
Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer
sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan
belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer
berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke
sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga.
Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di
sekitar keluarganya.
Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi
sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara
terbatas di dalamnya. Watak kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh
warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota
keluarga terdekatnya.
Sosialisasi sekunder
Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah
sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok
tertentu dalam masyarakat. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi.
Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang
baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami
‘pencabutan’ identitas diri yang lama.
Tipe sosialisasi, Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan
nilai yang berbeda. contoh, standar ‘apakah seseorang itu baik atau
tidak’ di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. Di
sekolah misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di
atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. Sementara di
kelompok sepermainan, seseorang disebut baik apabila solider dengan
teman atau saling membantu.
Sosialisasi berperan dalam Kepribadian Remaja dalam Lingkungan Sekitar
Apakah kalian masih ingat pada waktu pertama kali masuk SMA? Sudah
tentu kalian akan mengalami keadaan yang berbeda dengan keadaan saat
masih di SMP. Banyak hal yang harus dipelajari, seperti
kebiasaan-kebiasaan dan norma-norma yang berlaku di SMA.
Setiap anggota baru dari kelompok (masyarakat) harus mempelajari kebiasaan melalui suatu proses yang dinamakan sosialisasi (socialization).
Jadi, untuk bisa dianggap sebagai anggota masyarakat, seseorang harus
mempelajari kebiasaan-kebiasaan anggota masyarakat yang lain.
Sosialisasi merupakan suatu proses belajar yang tentunya akan
menghasilkan sesuatu yang dinamakan hasil belajar. Hasil belajar ini
dapat diartikan sebagai suatu perubahan baik itu pengetahuan, sikap,
tingkah laku, dan watak. Dalam sosialisasi hasilnya tersebut dapat
berupa perubahan sikap dan tingkah laku karena apa yang kita pelajari
adalah nilai dan norma. Sikap, tingkah laku serta watak dapat kita sebut
dengan kepribadian.
Lingkungan berandal dan liar tersebut sudah pasti tentu membawa
pengaruh terhadap kehidupan dan kepribadian orang tersebut. Kepribadian
orang tersebut mungkin akan menjadi sama dengan lingkungan
sosialisasinya tersebut, sama halnya dengan pergaulan remaja masa kini
yang kebanyakan tidak mengindahkan lagi nilai-nilai luhur budi pekerti.
Itulah mengapa sosialisasi begitu berpengaruh terhadap kepribadian
seseorang, karena sosialisasi begitu besar andilnya dalam pembentukan
kepribadian.
Jadi setiap individu harus bisa saling berinteraksi antara satu
dengan yang lainnya, nah peran sosialisi tentu sangat membantu seseorang
untuk selalu bisa bergaul dalam suatu kelompok sehingga dapat
menciptakan suatu hubungan dan keterikatan antara sesama manusia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar